Skip to main content

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN PUASA


Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa ash-habihi ajma’in
Mengetahui keutamaan suatu ibadah dapat memotivasi kita untuk melakukan ibadah tersebut .  Inilah, Keutamaan-keutamaan puasa yang penulis rangkum:
1.     Puasa Termasuk Amalan Yang Telah Allah Persiapkan 2 Perkara Atasnya, yaitu:
ü  Ampunan
ü  Pahala Yang Besar
Allah berfirman:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Ahzab: 35]

2.     Puasa Lebih Baik Bagi Seorang Muslim, Andai Mereka Mengetahui
Allah berfirman: “… jika kamu berpuasa, maka itu lebih baik bagi kamu. Jika kamu mengetahuinya.” [QS. Al-Baqarah:184]

3.     Puasa Sebagai Salah Satu Sebab Menuju Ketaqwaan
            Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa. Sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
[QS. Al-Baqarah: 183]
            Ternyata puasa dapat menjadikan seseorang bertaqwa. Bagaimana tidak? Orang yang berpuasa ia menahan lapar. Yang mana itu adalah sebab kuatnya syahwat. Orang yang syahwatnya kuat sebab ibadahnya lemah. Apabila ibadahnya lemah, maka kecondongan kepada maksiat juga kuat dan ini menyebabkan seseorang tidak bertaqwa.
            Akan tetapi apabila ia lapar, maka syahwatnya tertekan. Ketika syahwatnya ditekan, akhirnya munculan kekuatan untuk mentaati Allah, menjauhi larangan-Nya dan bertaqwa kepada-Nya.

4.     Puasa Menjadi Perisai Dari Api Neraka
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya
[HR. Ahmad dari Jabir radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 4308]
Kita sangat membutuhkan perisai dari api neraka, karena api neraka itu sangat panas sekali. Maka dengan puasa itulah kita memiliki perisai dari api neraka. Lalu untuk memadamkan api neraka adalah shodaqoh.

5.     Puasa Adalah Perisai Dari Syahwat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang sudah kuat syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa' (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa.
Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba’ah (yang mampu menikah dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa’ (pemutus syahwat) baginya” .  [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim No. 1400 dari Ibnu Mas’ud]

6.     Puasa Satu Hari Di Jalan Allah Itu Dapat Menjauhkan Ia Dari Api Neraka
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim”.
[HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  : "tujuh puluh musim", yakni: perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48]

7.     Puasa Termasuk Wasiat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam . Yang  Beliau Wasiatkan Kepada Umatnya.
Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu katanya, “Aku berkata (kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam): “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga.? ; beliau menjawab : “Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu”
[Hadits Riwayat Nasa’i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, Shahih]

8.     Puasa Dapat Memasukan Seseorang Ke Dalam Surga Melalui Pintu Surga Yang Bernama “Rayyan”.
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bahwa beliau) bersabda:
“Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” .
[Hadits Riwayat Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903]
9.     Puasa Memiliki Pahala Tanpa Batas dan Orang Yang Berpuasa Diberi Dua Kegembiraan
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa , karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : ‘Aku sedang berpuasa'. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk, orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya”  [Bukhari No. 4/88, Muslim No. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari]
Di dalam Riwayat Bukhari (disebutkan), “Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya”
Di dalam riwayat Muslim, “Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman : “Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku” Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan ; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau Misk”

10.  Puasa dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya di hari Kiamat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Al-Qur’an pun berkata : “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Maka keduanya akan memberi syafa’at.”
[Diriwayatkan oleh ahmad 6626, hakim 1/554, abu nu’aim 8/161 dari jalan huyaiy bin abdullah dari abdurrahman al-hubuli dari abdullah bin ‘amr, dan sanadnya hasan. Al-haitsami berkata di dalam majmu’ zawaid 3/181 setelah menambah penisbatannya kepada thabrani dalam al-kabir: “dan perawinya adalah perawi Shahih”]
Semoga Bermanfaat. Wallahu’alam Bishawab


Silahkan download Buletin Versi PDF disini:


Comments