Breaking News

Monday, December 31, 2018

TERORISME BUKAN AJARAN ISLAM


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du
Faham radikalisme dapat menyebabkan seorang Muslim menjadi tersesat karenanya. Untuk membentengi diri dan keluarga kita dari ajakan atau propaganda radikalisme tersebut, kita harus mempelajari bagaimana aqidah mereka, agar tahu kesesatannya dan terhindar darinya. Propaganda mereka bisa dijumpai dengan mudah di sosial media, sebagai media paling efektif saat ini, yang mereka gunakan dalam memasukan pemikiran-pemikiran sesat mereka. Sejak jaman Rosulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam,sudah muncul seorang tokoh yang berfaham radikal,  dan Rosulullah memperingatkan umatnya tentang kesesatan faham tersebut. Berikut ini penulis sajikan secara singkat asal usul Khawarij.
SIAPAKAH KHAWARIJ
Khawarij berasal dari kata kha-ra-ja [arab: خرج] yang artinya keluar. Kaitannya dengan pemerintahan, kata kha-ra-ja memiliki arti keluar dari ikatan baiat kepada pemerintah yang sah. Tentang makna Khawarij, para ulama menyampaikan berbagai definisi, diantaranya seperti yang dijelaskan Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, bahwa kelompok Khawarij adalah nama kelompok yang memberontak khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Beliau juga menjelaskan bahwa sikap mereka memberontak kepada Ali merupakan sebab mengapa mereka dinamai Khawarij.
Abul Hasan Al-Asy’ari mengatakan: “Sebab mengapa mereka diberi nama Khawarij adalah karena mereka memberontak Ali, disebabkan peristiwa tahkim.” [Maqalat Al-Islamiyin, Al-Asy’ari 1/207, Al-Milal wan Nihal, As-Syahrastani 1/132]
Kelompok Khawarij pertama adalah mereka yang memberontak Ali bin Abi Thalib, setelah beliau menerima keputusan tahkim seusai perang Shiffin. Kelompok ini juga memiliki nama lainnya, selain nama kkhawarij. Diantaranya: Haruriyah, As-Syarrah, Al-Mariqah, Al-Muhkimah. Dan mereka menerina berbagai sebutan ini, selain nama Al-Mariqah. Mereka mengingkari nama ini, karena mariqah artinya yang menembus. Sikap berlebihan mereka dalam beragama, menyebabkan mereka tembus dalam islam, sebagaimana panah yang menembus binatang sasaran, karena saking kuatnya. [Maqalat Islamiyin, Al-Asy’ari, 1/207]
Sebagian ulama ada yang mengatakan, pertama kali munculnya Khawarij telah ada sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Ibnu Hazm.[Al-Fashl fil Milal wal Ahwa 4/157, As-Syahrastani dalam Al-Milal wan Nihal 1/134]
Mereka berpendapat, Khawarij pertama adalah seorang yang bernama Dzul Huwaishirah, yang memprotes Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika membagi emas yang dikirim oleh Ali bin Abi Thalib dari Yaman.
Kisahnya disebutkan dalam hadits dari  Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib mengirim emas kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan wadah kulit yang disepuh dengan daun. Emas itu belum dibersihkan dari tanah tambangnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaginya kepada 4 orang: Uyainah bin Hishn, Al-Aqra’bin Habis, Zaid Al-Khoil, dan yang keempat ada 2 orang: Alqamah bin Ulatsah atau Amir bin Thufail. Ada salah seorang sahabat yang mengatakan, ‘Kami lebih berhak untuk menerimannya dari pada mereka itu.’ Komentar inipun didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau bersabda:
‘Apakah kalian akan mencelaku padahal aku adalah manusia kepercayaan Dzat yang berada di atas? Padahal wahyu dari langit datang kepadaku siang dan malam.’
Tiba-tiba berdirilah seseorang, matanya cekung, pipinya menonjol, dahinya nonong, jenggotnya lebat, kepala gundul, dan sarungnya tersampir. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bertaqwalah kepada Allah.’ Spontan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah dan beliau menjawab,
‘Celaka kau, bukankah aku penduduk bumi yang paling bertaqwa kepada Allah’.”
Abu Said kembali melanjutkan: “Kemudian orang itu pergi. Khalid bin Walid menawarkan diri, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah saya penggal lehernya.’ ‘Jangan! Barangkali dia masih shalat.’ Pinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Khalid mengatakan, ‘Betapa banyak orang yang shalat, namun dia mengucapkan dengan lisannya sesuatu yang tidak ada dalam hatinya.’
‘Aku tidak diperintahkan untuk melihat hati manusia dan juga tidak membedah perut manusia.’ Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kemudian Nabi melihat orang itu, beliau bersabda: “Akan keluar dari keturunan orang ini, sekelompok orang yang membaca kitab Allah di lisan, namun tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama, sebagaimana panah melesat tembus dari hewan sasaran. Jika aku menjumpai mereka, akan kubunuh mereka sebagaimana hukuman yang dijatuhkan untuk kaum Tsamud.” [HR. Ahmad 10585, Bukhari 4004, Muslim 1763]
Ibnul Jauzi Rahimahullah memberi catatan hadits ini dengan mengatakan: “Khawarij pertama dan yang paling jelek keadaannya adalah Dzul Huwaishirah At-Tamimi. Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Celaka kau, siapa yang bisa adil jika aku tidak adil. Kamu betul-betul rugi jika aku tidak adil.”
Inilah khawarij pertama yang memberontak dalam islam. Sisi cacat orang ini: dia lebih menyetujui pendapat pribadinya. Andaikan dia diam, dia akan menyadari bahwa tidak ada pendapat yang lebih benar melebihi pendapat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pengikuti orang inilah yang memerangi Ali bin Abi Thalib. [Talbis Iblis, Hal. 90]
Ada juga ulama yang berpendapat, pertama kali munculnya Khawarij terjadi di zaman Utsman. Mereka memberontak Utsman, sampai akhirnya mereka membunuh Khalifah Utsman secara zalim.[Dr. Nashir Ali A’idh dalam Aqidah Ahlus Sunah wal Jamaah (3/1141)]
Al-Hafidz Ibnu Katsir juga menyebut Ghaugha yang memberontak Utsman dan membunuh Utsman dengan sebutan Khawarij. [Al-Bidayah wan-Nihayah, 7/202)]
HADITS-HADITS YANG MENCELA KHAWARIJ
Terdapat banyak hadits yang mencela Khawarij. Berikut diantaranya: Hadits Pertama, Hadits dari Suwaid bin Ghafalah, dari Ali bin Abi Thalib, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Akan keluar di akhir zaman, sekelompok kaum yang pengalamannya kurang (pemahaman agamanya sedikit), akalnya bodoh. Mereka mendengung-dengungkan ucapan terbaik yang ada di muka bumi ini. mereka membaca Al-quran, namun tidak melewati tenggorokannya. Mereka melesat dari agama, sebagaimana anak panah melesat dari hewan sasaran. Jika kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka. Karena membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah, bagi yang berhasil membunuh mereka.” [HR. Bukhari 3611, Muslim 1066]
Makna: ‘Mereka mendengung-dengungkan ucapan terbaik yang ada di muka bumi ini’. Mereka mendengungkan kalimat: [إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ] ‘Tidak ada hukum, kecuali milik Allah’. Namun dengan kalimat ini, mereka mengkafirkan sekian banyak kaum muslimin. [Catatan kaki Muhammad Fuad Abdul Baqi untuk Shahih Bukhari]
Hadits Kedua, Hadits dari Yusair bin Amr, bahwa beliau bertanya kepada Sahl bin Huaif, ‘Apakah anda pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tentang Khawarij?’ Jawab Sahl: ‘Saya pernah mendengarnya. Beliau berisyarat dengan tangannya ke arah timur, sambil bersabda: “Sekelompok kaum yang membaca Quran dengan lisannya namun tidak menembus tenggorokannya. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya.” [HR. Muslim 1776]
Demikianlah paparan singkat dari penulis. Semoga bermanfaat. Muslim yang beraqidah Ahlussunah Wal Jamaah tidak bersikap ekstrim seperti Khawarij, namun juga tidak bermudah-mudah seperti Murjiah.
Wallahu’alam Bishawab
Silahkan download Buletin Versi PDF disini:

TERORISME BUKAN AJARAN ISLAM

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du Faham radikalisme dapat menyebabkan seorang Muslim menjadi tersesat karenan...

Total Pageviews

Search This Blog

Blog Archive

Contact Form

Name

Email *

Message *

Translate

Pages

Most Trending

Designed By Dedy Sumarhadi