Breaking News

Friday, December 28, 2018

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du
PERSIAPAN DAN RENCANA BERAMAL SHALIH DI BULAN RAMADHAN
Bekal apa yang harus kita persiapkan, yang pertama dan utama adalah ILMU, mulailah membaca kembali kajian kajian fiqih seputar shaum di bulan Ramadhan, Mendengarkan kembali kajian-kajian Islam seputar fiqih di bulan Ramadhan. Kemudian RENCANA. Ya kita harus punya rencana amal shalih apa yang akan kita amalakan dibulan tersebut? Karena tanpa rencana kita tidak punya target dan usaha yang kuat.
Misalkan; rencanakan untuk mengkhatamkan Al Quran, minimal 1x selama bulan Ramadhan, berarti kita jadwalkan 1 hari khatam 1 juz. Rencanakan, untuk bershodaqoh dengan jalan memberi makanan untuk berbuka shaum selama bulan Ramadhan. Yang bisa kita berikan lewat panitia ta’jil, atau kita serahkan langsung ke masjid. Rencanakan, menghadiri majlis ilmu, yang diselenggarakan sebulan penuh, menjelang berbuka shaum, di masjid-masjid yang biasa kita menimba ilmu disana, atau ada istilah juga pesantren kilat Ramadhan. Rencanakan, mengikuti shalat tarawih bersama imam di masjid sampai selesai, selama 1 bulan penuh. Rencanakan, belanja untuk kebutuhan lebaran, seperti baju dan makanan, selesai sebelum 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Agar kita tidak itikaf di mall-mall di malam lailatul qadar, yang kita cari keutamaan malam 1000 bulan tersebut disetiap tahunnya hanya satu malam saja. Rencanakan, itikaf di Masjid di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Rencanakan, berzakat fitrah sebelum mudik atau lainya agar tidak telat atau lupa membayar zakat fitrah. Dan yang tak kalah baiknya adalah, rencanakan memberi hadiah kepada orang tua kita, misalkan baju baru atau parcel yang bisa membuat hati orang tua kita bahagia. Juga berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar kita dan tetangga kita.
RAMADHAN ADALAH BULAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk bershaum dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Allah Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia bershaum pada bulan itu.” [QS. Al Baqarah: 185]
Ibnu Katsir Rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan shaum yaitu bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimussalam.” [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179]
SETAN DIBELENGGU, PINTU NERAKA DITUTUP DAN PINTU SURGA DIBUKA
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” [HR. Bukhari No. 3277, Muslim No. 1079]
Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti shaum dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.”  [Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188]
TERDAPAT MALAM YANG PENUH KEMULIAAN DAN KEBERKAHAN
Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [QS. Al Qadr: 1-3]
Dan Allah Ta’ala juga berfirman: ”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” [QS. Ad Dukhan: 3]
Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari Rahimahullah[Tafsir Ath Thobari, 21/6]
Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.[Zaadul Masiir, 7/336-337]
BULAN RAMADHAN ADALAH SALAH SATU WAKTU DIKABULKANNYA DO’A
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” [HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang bershaum sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. [HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini Hasan]
An Nawawi Rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang bershaum untuk berdo’a dari awal ia bershaum hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang bershaum ketika itu.” [Al Majmu’, 6/375]
An Nawawi Rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang bershaum ketika ia dalam keadaan bershaum untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.” [Al Majmu’, 6/375]
SAMBUTLAH BULAN RAMADHAN
Oleh karena itu, wahai kaum Muslimin! Sambutlah bulan Ramadhan dengan senang dan gembira. Niatkan untuk memperbanyak ketaatan serta lebih mendekatkan diri Kepada Nya. Berusahalah melakukan ibadah-ibadah dan bertaubat dari kejelekan dan dosa. Dan hendaklah kita shaum pada bulan Ramadhan karena dasar iman dan dengan mengharap pahala. Niscaya Allâh Azza wa Jalla akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.
Dalam hadits yang shahih, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa shaum di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allâh akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Al-Bukhâri No. 38, 1901, Muslim No. 760]
Di bulan yang berkah ini setan-setan dibelenggu. Pintu-pintu Surga dibuka sedangkan pintu-pintu neraka Jahim ditutup. Para penyeru hidayah pun berseru, wahai kaum Muslimin! Marilah menuju ketaatan kepada Allâh! Marilah kita menggapai keridhaan Allâh! Sambutlah agar dibebaskan dari neraka! Marilah menuju surga!
Dalam sebuah hadits, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila awal malam dari bulan Ramadhan (telah tiba) ditutuplah pintu-pintu neraka dan tidak ada satupun pintu yang dibuka, dan dibuka pintu-pintu surga, tidak ada satupun darinya yang ditutup. Penyeru (dari malaikat) pun berseru, ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan! Sambutlah! Wahai orang-orang yang menginginkan keburukan! Tahanlah! Dan Allâh mempunyai orang-orang yang akan dibebaskan dari neraka, dan hal itu ada pada setiap malam sampai bulan Ramadhan berakhir.”[HR. At-Tirmidzi No. 682, Ibnu Majah No. 1642, Ibnu Khuzaimah No. 1883, Ibnu Hibban No. 3435, dishahihkan oleh Al-Albani]
Maka penuhilah panggilan para penyeru kebaikan dan ketaatan ini! Jawablah seruan mereka dengan shaum kita. Jawablah seruan mereka dengan jiwa yang bersih yang menginginkan balasan yang ada di sisi Allâh, dan dengan hati yang dipenuhi rasa takut yang tidak menginginkan perkara-perkara yang dimurkai Allâh Azza wa Jalla . Dan berbekallah kalian di bulan kalian ini dengan segala amalan yang dapat menambahkan kedekatan kepada Rabb! Isilah waktu-waktu kalian di bulan Ramadhan dengan amal-amal shalih, dengan bertasbîhtahmîdtahlîltakbîr, membaca Al-Qur’an, juga menjaga shalat wajib lima waktu dengan berjamaah. Jadikanlah malam-malam di bulan Ramadhan ini kalian isi dengan shalat, membaca al-Qur’an, berdzikir dan berdoa.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Barang siapa shalat (malam) di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala, maka Allâh mengampuni dosa- dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari No. 37, 2009 dan Muslim No. 759] 
Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku! Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan shalih di bulan Ramadhan dan Allah menerima amal shalih kita sebagai kebaikan disisi Allah kelak.
Wallahu’alam Bishawab
Silahkan download Buletin Versi PDF disini:

TERORISME BUKAN AJARAN ISLAM

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du Faham radikalisme dapat menyebabkan seorang Muslim menjadi tersesat karenan...

Total Pageviews

Search This Blog

Blog Archive

Contact Form

Name

Email *

Message *

Translate

Pages

Most Trending

Designed By Dedy Sumarhadi